Pages

Kepergian yang Terlalu Tiba-tiba

Gue seorang anak yang suka dengan musik. Gue suka nyanyi entah itu dimanapun berada dan mendengarkan musik juga kesukaan gue. Pastinya tiada hari tanpa bernyanyi walaupun suara gue pas-pasan, tapi bodo amat.Hidup-hidup gue, problem? :D 
Dengan musik hidup jadi penuh warna, dengan musik kadang gue tertawa sendiri karena teringat akan masa lalu yang menyenangkan. Lagian menurut buku yang gue baca yaa musik itu dapat dijadikan sarana terapi yang cukup efektif bagi orang dengan berbagai keluhan lhoo.. Apalagi, kalo musik yang diputar itu dari berbagai macam jenis nada yang lembut dan disukai sang pendengar, maka musik tersebut bisa menimbulkan suasana rileks atau bahkan menumbuhkan semangat. Berarti emang musik itu menyenangkan bukan? Eh, tapi sorry banget ya gue lupa dapet kutipan itu dari buku bacaan mana..

Beberapa orang yang bilang kalo suara gue enak didenger, dan beberapa orang juga bilang kalo suara gue nggak enak didenger. Hmmm bikin bingung sih..

Tp diantara pilihan yang berbeda, yang bilang kalo suara gue enak didenger itu temen-temen gue (sampai sekarang gue berharap mereka nggak bohong dalam menilai suara gue) dan yang bilang kalo suara gue enak didenger itu semua keluarga gue (harapan gue sih mereka pintar dalam menilai suara). Nahh,, dari pilihan yang berbeda itu akhirnya gue tuh nggak berani ikut tampil di acara ajang nyanyi-nyanyi gitu. Padahal dari dulu gue pengen banget jadi penyanyi atau bintang besar, karena menjadi penyanyi/bintang besar adalah citra ideal yang ditanamkan pada diri gue sendiri. Tapi suatu saat gue yakin kalo gue nanti bakalan jadi penyanyi atau bintang terkenal, entah hanya sekejap nongol di TV gara-gara berawal dari nyanyi lypsing di youtube atau terkenalnya lama tapi penuh kontroversial. Tapi yang jelas, suatu saat gue yakin bakalan jadi bintang terkenal. Ya.. Semoga!!!

Kadang gue berfikir pengen jadi sesosok penyanyi legendaris seperti MichaelJackson... Hmmmm.... Siapa yang nggak kenal Michael Jackson.. Nggak bisa dipungkiri kalo “The King of Pop” itu merupakan salah satu entertaint terbesar abad 20. Karya-karyanya nggak hanya mendapatkan apresiasi luar biasa dari pasar musik dunia, tapi juga diakui oleh para seniman dan kritikus kelas dunia. Nah, maka dari itu setelah gue tau tentang info dan sejarahnya MJ gue mulai kagum sama sosoknya. Bayangin aja, sejak umurnya masih satu digit, Michael Joseph Jackson sudah menunjukan hal bakat dan apresiasi terhadap musik. Ketika anak-anak lain berlarian di taman-taman kota Gary, kota kelahirannya, Michael kecil hanya bisa duduk didepan televisi menyaksikan tarian “dahsyat” dari Sang Dewa Soul yaitu James Brown sambil menahan geram karena kamera hanya menyorot Dewa Soul ketimbang gerakan kaki.

Pokoknya kesaktian MJ di industri musik nggak layak buat dipertanyakan lagi deh. Nggak tau sampai berapa tuh bintang di dunia musik yang udah dikalahkan selama 50 tahun di kehidupannya. Pada umur 12 tahun aja, hanya lewat lagu ABC yang liriknya seperti lagu pelajaran membaca anak SD, MJ mengalahkan The Beatles... Wow,,, amazing!!! Mangkannya gue tuh nggak salah juga bisa ngefans sama Michael Jackson, The King of Pop number one in the World... Dan selain itu sosok MJ juga mempunyai sifat yang sosial, dia sering membantu korban bencana alam di dunia, dia juga suka sama anak-anak, sampe-sampe di setiap benua MJ mengadopsi 2 anak...

Pada tanggal 25 juni 2009, gue dibangunkan oleh dunia yang menjerit di pagi itu. Ibu gue membangunkan gue untuk menyampaikan bahwa Michael Jackson sudah meninggal dunia. Dia yang ber-“moonwalk” bersamanya telah tiada. Pagi itu gue meminta izin kepada semesta untuk berduka. Detak jantung yang membuat dunia menari sudah tiada lagi. Puluhan ribu kilometer dari lokasi meninggalnya Sang “Raja Pop”, sebuah negeri berduka. Kesedihan dari penggemar Michael Jackson di negara itu dan negara-negara lainnya, mengantarkan ke pembarinan terakhirnya, kediaman abadinya. Entah dimana, tapi disanalah dia beristirahat selamanya, tenang, jauh dari keriuhan hidup yang baru saja ditinggalkannya.
Kehilangan membuat semua memori tentang bagaimana Sang Raja Pop membentuk dunia melintas dengan cepat di seluruh penjuru.

Mesin pencari raksasa dunia maya Googlekebingungan, mengira ada serangan besar terhadap mesin pencarinya ketika seluruh dunia bersama-sama mengetikan nama Michael Jackson ke dalam situs pencari tersebut. Pada tanggal 25 juni yang mengejutkan itu, website CNN diakses oleh 20 juta pengguna dalam hanya waktu satu jam “revolusi kebudayaan” Jacko itu langsung memutar tribut untuk MJ selama 24 jam non-stop. Wah,,, emang nggak bisa dipungkiri kalo yang tergila-gila dengan MJ tuh banyak... Gue liat kumpulan video-video MJ yang gue simpan aja, gue sangat kagum. Apalagi kalo ketemu, mungkin sebelum bersentuhan aja gue bisa pingsan duluan...

Dari kecil sampai kematiannya MJ memang  membuat terpesona orang di muka bumi ini. Di usianya yang belum 10 tahun, seorang DJ yang ternama di Amerika menganggap telah menyamai kemampuan James Brown dan Aretha Franklin dalam hal menari dan menyanyi. Di indonesia, dan juga di banyak negara lain, berita kematiannya diiringi kidung pilu dari para penggemarnya. Televisi kita menayangkan memorial service Michael Jackson disertai ulasan-ulasan fasih dari artis dalam negeri. Di layar televisi, kematian MJ bagi sebagian orang tampak lebih menyedihkan dari kisah ribuan saudara kita yang desanya punah di telan lumpur.
Usia MJ semakin tua, tetapi didalam, dia tetaplah seorang anak yang tak pernah beranjak dewasa. “Aku tidak pernah dikhianati oleh anak-anak. Orang dewasa telah mengecewakanku.” Kata MJ yang waktu itu diucapnya. Menurut Dr. Stan Katz, pakar kejiwaan yang pernah melakukan pemeriksaan terhadap MJ, terjebak dalam mentalitas seorang anak berusia 10 tahun.

Di balik panggung yang gemerlap yang akhirnya diraih oleh The Jackson Five, banyak peristiwa yang tak pernah kita bayangkan pernah terjadi pada seorang anak. Pada usia enam tahun, Michael dan saudara-saudaranya harus bekerja di atas panggung-panggung klub judi dan klub striping di seputar Kota Gary atas keinginan ayahnya. Michael kecil harus merangkak di panggung untuk mengumpulkan koin-koin yang dilemparkan para penonton hingga kantongnya penuh. Kalo dipikir-pikir ini benar-benar menyedihkan. Oh ya, ada yang harus kalian tahu tentang MJ,, MJ pernah berucap seperti ini......

“Aku tidak memilik teman ketika aku kecil. Saudara-saudaraku adalah temanku. Orang-orang bertanya-tanya, mengapa banyak anak kecil di sekelilingku. Itu karena aku mendapati sesuatu yang tak pernah kulalui dalam hidupku, kau tahu Disneyland, taman ria, permainan ding-dong?? Aku suka sekali dengan hal-hal tersebut karena saat aku kecil hanya ada kerja, kerja, dan kerja—dari satu konser ke konser yang lain, kata Michael kepada Operah.

“Aku merasa nyaman di atas panggung. Namun, ketika aku turun aku merasa sangat sedih, kesepian. Aku biasa menangis karena kesepian.”
Ternyata dibalik ketenaran Michael, Michael Jackson mempunyai banyak masalah tentang kehidupannya di masa kecilnya. Tapi buat kita para penggemar, Michael Jackson Tetap ada disini bersama kita.

Nah,, itu yang sebagian gue tahu tentang Michael Jackson. Sebagian cerita juga ditulis oleh Buku MICHAEL JACKSON Selamanya Anak-anak, penulis Jon Ito, Editor Fahmi Alatas, Penerbit SAUNG BUKU.
We will miss you Michael Jackson. Rest in peace....

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

No comments: