Pages

My Birthday Is Stupid

Setelah sekian lamanya menggalau karena banyaknya masalah kuliah, ditipu sama kenalan sendiri, sampe pindah rumah. Akhirnya #ngeblogmerame kembali lagi. Hehe.

 
Hari Sabtu tanggal 12 Januari 2013 gue dapat telephone dari kawan-kawan gue yang di Semarang. Mereka bilang kalo mereka mau ngajak gue ke acara ulang tahun kawannya di Semarang, sekaligus minta tolong bantu persiapan untuk merencanakan acara ulang tahunnya yang diadakan pada tanggal 15 Januari 2013 kemarin. Walaupun gue nggak kenal sama yang punya acara tapi gue serontak seneng sampe jingkrak-jingkarak di atas punggung kakek gue yang melunak-ngikkk. Jadi cowok tulang lunak donk kakek gue? -_- Gue seneng karena tanggal 14 Januari 2013 gue dan Nyokap gue juga Ulang Tahun. Gue nggat tau kenapa tanggal lahir kita sama. Tapi yang jelas gue seneng bisa ngerasain tanggal lahir yang sama dengan Nyokap. Disini gue bakal ke semarang seperti tahun-tahun sebelumnya. Annual moment gue ke semarang memang rutin gue adain tiap jelang hari ulang tahun gue, dan ini bakal jadi yang ke empat kalinya gue ngerayain ulang tahun di Semarang. Agendanya ya simple aja, cuman ngerayain makan masal bareng kawan-kawan baik gue disana. Dan disini gue diundang buat ngeramein acara ulang tahun kawan terbaik dari kawan-kawan gue, ribet amat yaa jelasinnya -_-  Eits, tapi gue juga sempet bingung. Orang macam gue punya kepentingan apa ya disini. Kenapa gue dilibatin dalam acara ini, sedangkan gue kan nggak kenal sama yang punya acara. Tapi itu hanya pikiran batin sesaat. Gue cuman mikir, apa yang bisa gue beri buat mereka? Sementara mereka ngasih segalanya buat gue. Ya menurut janji mereka sih gitu, mereka bakal ngasih segalanya kalo gue bisa ke semarang. Sampe-sampe gue terharu dan menagis darah saat nulis artikel ini.

Gue bakalan ke semarang, walaupun gue nggak tau apa yang harus gue lakuin ketika sampai disana dan menemui mereka, tapi itung-itung kangen juga sih udah 6 bulanan nggak ketemu mereka di sana. Akhirnya gue putusin buat ke sana. Gue udah terbiasa perjalanan ke Semarang pake kereta dan sekarang gue mau coba ke semarang pake Bus. Ini akan menjadi pertama kalinya perjalanan gue ke semarang menggunakan bus. Tapi tetep menggunakan pakaian juga sih.. Hehe. There are so many ways, it’s my choice.. Gue lupa artinya -__-

Setelah selesai berkemas. Keesokan harinya gue ke terminal buat nyari bus jurusan Tegal Semarang. Setelah dapat bus yang gue cari, akhirnya gue naik. Ya iya lah, masa gue kencingin itu bus.. :D Kondisi badan yang fit dan prima, cuaca yang sangat konsisten. Okey, dari sini kliatan bahwa semesta mendukung untuk melakukan perjalanan ke Semarang. Bismillahirrahmanirrahim.

Jam 9 pagi di hari Minggu perjalanan ke Semarang menggunakan Ruangan beroda 8, eh maksudnya Bus. Meskipun gue baru pertama kali naik bus ke Semarang, tapi gue tiba-tiba pengen mencoba memilih bus berkelas Eksekutif yang konon katanya memiliki fasilitas yang super duper nyaman. Tak lupa membeli perlengkapan lengkap seperti sebotol air mineral dengan satu bungkus besar biskuit bermerek Biskuat. Siapa tau gue bisa nawarin Biskuatnya ke semua penumpang yang ada di dalam bus nanti, sekaligus bisa ngliat moment aneh karena setelah makan Biskuat mereka tiba-tiba jadi Macan. Hihihi..

Ketika menapaki kaki di atas bus berkelas Eksekutif ini, gue dibikin tercengan karena melihat suasana interior busnya yang hebring dengan dominasi warna biru muda, menambah atmosfir nyaman dalam perjalanan. TV Flat yang terletak pada bagian depan, AC tak lupa dengan stop kontak yang tersedia di setiap lajur kursi penumpang. Comfortable banget. Jadi Norak gimanaaa gitu... Update status dan ngetwit dulu, ahh.. Hehe.. Dan seketika itu, bus pun melaju ke arah yang dimaksud.

Gue duduk disamping jendela. Karena gue berharap bisa diberkahi sebuah “pencuci mata” indah dan menakjubkan. Tapi bukannya melihat pemandangan indah, malah mata gue rusak karena selama perjalanan melihat masyarakat yang memadati alat transportasi umum maupun pribadi. Sebuah sudut pandang mereka berbeda dari sebuah kota atau daerah yang dilewati. Menyaksikan banyaknya tiang listrik dan pepohonan di pinggiran jalan membuat gue mengetuk sisi nurani  yang kemudian gue berkata dalam hati, “Ahh,, masih enakan ngeliat pemandangan cewek-cewek berbadan six pack memakai pakaian bikini nih, ketimbang ngeliat orang naik kendaraan dengan muka kusam akibat debu jalanan”. Hehehe. Pemandangan ini yang memutuskan gue untuk tidur sejenak dan mencoba menikmati alunan lagu menggunakan earphone yang ada di dalam musik mp3 mini yang gue bawa.

Ini termasuk sebuah petualangan, walaupun bukan tantangan. Suatu pengalaman yang mungkin tak akan gue temukan bila tidak meresapi sang perjalanan dengan sepenuh hati. Selama gue menutup mata, bukan berarti mati lhoo!!! Dan selama menikmati alunan lagu gue berdialog tanpa prolog. Gue berkhayal, suatu ketika gue bakalan duduk menjalankan dan menyetir sang bus. Nggak kebayang kan kalo pake bus gue bisa maenin klakson bus yang suaranya bikin orang jantungan dan naik darah. Diarahkan bunyi itu klakson ke setiap ABG Labil yang lagi mesra-mesraan di atas motor di depan bus yang gue kendarain. Khayalan yang bagus kalo diresapi :D Gue semakin kangen kawan-kawan gue di Semarang dan gue udah nggak sabar nungguin hari ulang tahun gue.

Singkat cerita, sebuah papan atau apalah itu bertuliskan “Terminal Terboyo Semarang” menandakan gue udah sampe di Semarang. Kurang lebih lima setengah jam sudah gue berada di dalam bus. Sekarang saatnya meninggalkan tempat duduk bus dan berpisah sambil berteriak “Hey, bus.. Sorrii, gue lupa mbagiin Biskuat ke semua penumpang yang ada di dalam, nih bungkusnya belom gue buka!!”. Sebelum berangkat gue udah SMS temen gue kalo gue minta di jemput di terminal ini. Gue nyari kawan gue disekitar kerumunan orang yang ada di terminal dan dengan gampangnya ketemu kawan gue. Karena ciri-ciridia yang gampang dicari. Dia bekulit hitam tapi mengkilat kayak semir sepatu Kiwi. Kawan gue cowok tapi nggak homo kok. Satu kawan gue jemput gue dengan pakaian Hip-hopnya yang kombrongannya sampe ke muka. Dia menebar senyum karena kedatangan gue ini, walaupun kadang gue agak jijik ya kalo saling senyum antar lelaki. Dia kasih gue segenggam minuman jus kunyit, padahal gue nggak pernah ada masalah dengan datang bulan, kalo masalah tugas kuliah sih iya...

Setelah istirahat dan berbagi canda sekilas disitu, perjalanan pun dilanjutkan ke kontrakan kawan gue yang ini. Kita ke kontrakan menggunakan kendaraan beroda dua berkepala satu dan bertanduk lima. Itu kendaraan apa keturunan Hellboy? Perjalanan dari terminal ke kontrakan membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam. Dan seketika sampai di kontrakan. Penyambutan bukan hanya di terminal tadi, sampai kontrakan pun disambut lagi sama keempat temen gue. Ketemu kangen pun telah terwujud. Mereka menyambut dengan tarian ala gangnam style sambil membawa obor dan menari memutar mengelilingi gue. Luar biasa... Gue terharu, badan gue menggigil disertai mimisan yang nggak ada hentinya karena nggak nyangka mereka menyambut gue dengan senorak ini. Mereka antusias sekali menyambut sembari memeluk gue. Tapi sayangnya, mereka semua cowok dan bisa dikatakan dari lubuk hati paling dalam kalo ini lebih jijik dari saling senyum antar lelaki. -_- Tapi sebenernya nggak masalah sih gue dipeluk, diliat dari muka mereka, mereka seneng liat gue bisa datang ke Semarang. Ini kayak bentuk antusiasme mereka terhadap gue. Gue kerasa dihargain banget. Cerita demi cerita yang kita lontarkan membuat kita ketawa terbahak-bahak setelah sekian 6 bulan lamanya kita nggak ketemu. Terlintas dipikiran agar suasana lebih ekstrim gue mau mengeluarkan Biskuat yang masih tersimpan di dalam tas agar mereka bisa merasakan Biskuat yang dibeli di Tegal. Yaaa, meskipun dimana-mana rasa biskuat itu sama sih.. Tapi waktu pas mau gue kluarin ternyata disini banyak cemilannya bo!! Ya udah nggak jadi dikluarin. Gagal lagi deh liat moment aneh. Hehe.

Suasana bertambah hangat karena disitu kita nggak cuman ngobrol tapi kita juga menyulap ruang tengah kontrakan menjadi ruangan karaoke Inul Vista. Disitu kita ndengerin sambil nyanyi lagu-lagu khusus karaokean koleksi anak kontrakan. Mulai dari lagu Boy Band Korea, Bruno Maras, Gaga, One Direction, sampe Queen. Sementara lagu-lagu Hits and Hot versi Indonesianya mulai dari Ebiet G. Ade dengan Berita Kepada Kawannya, Didi Kempot dengan Stasiun Balapannya, sampe Andika kenjen dengan Tatakan Poninya pun ada. Alhasil, rasa capek karena berada di dalam bus tadi hilang seketika. Kita nyanyi-nyanyi plus shuffle enggak jelas gini deh. Hehe.

Malamnya kita janjian sama yang mau ngadain acara ultahnya itu. Kita janjian di sebuah kedai kopi yang jaraknya 15 menit dari kontrakan. Sesampai kedai itu gue dikenalin sama yang punya acara, namanya Rani. Dia asli orang Semarang, kuliahnya pun di Semarang. Rani itu parasnya Cantik lhoo kayak Boneka Plastik, dan kalo senyum Manis Banget kayak Saus Tomat ABC. Pokoknya sempurna lah kayak foto yang baru diedit di Photoshop :D Ibarat kata ya,, kalo dia copet walaupun ketangkep basah di pasar. Yang ngejar tuh banyak banget.. Gue nggak peduli dia punya pacar apa enggak, tapi gue juga nggak ada niat sih buat ngedeketin karena gue tau diri juga. Gue hanya mengagumi karya cipataan Tuhan. Itu aja... Disitu Rani juga lagi kumpul sama temen-temenya, akhirnya kita kenalan dan gabung sama mereka.  Gue masih inget apa yang Rani omongin ke kawan-kawan gue persis di depan gue “Oohh, jadi ini yang namanya Lana, yang sering diceritain kalian? Orangnya kecil ya, tapi putih plus imut-imut kayak ketombe”. Ini nusuk gue banget, gue mati gaya, dan gue nyesek setengah mati. Alhasil, gue pun langsung merunduk dan ngerangkul Si Rani secara histeris, sambil ngebisikin sesuatu, “Maukah kamu jadi seorang ibu untuk anak-anak kita kelak?” *Lalu bunga bangkai pun berguguran*

Tak lupa kawan-kawan gue pesan kopi kesukaanya. Dan gue, nggak pernah lupa buat pesen Vanilla Latte dengan penuh busa diatas cream caramel kopi. Kita terfokus ngobrolin acara ultah yang bakal diadain besok. Gue bersipuh, kenapa ultahnya nggak tanggal 14 Januari aja bareng sama gue? Jadi biar gue bisa sekalian ikutan ngerayain gitu. Dan siapa tau kita jodoh *eh*

Saran demi saran yang dilontarkan oleh setiap orang disini membuat Si Rani menjadi lebih matang dengan acara ultahnya besok. Ini acara emang dadakan sih, tapi rencana dia mau ngadain dua hari lagi tepatnya jam 7 malam. Bentuk acara yang mau dibikin terlihat casual dan sedehana, tapi katanya dia pengen bikin suasana ultahnya ramai agar kesannya lebih istimewa dan yang bakal diundang cuman orang-orang deketnya aja. Rani sempet minta pendapat dari gue buat perayaan ultahnya. Gue seneng banget pas dia minta pendapat gue, gue kerasa dihargai disini. Akhirnya gue kasih saran ke Rani yang sekarang lupa gue kasih saran apa waktu itu. Hhmmmm..

Oh iya, selama ngobrol bareng mereka mata gue terpaku pada jam tangan menantikan kedatangan jam 12 malam, dan ternyata masih jam 9 malam. Di tengah obrolan ada yang ngobrolin soal aplikasi handphone untuk handphone android. Gue pantengin itu obrolan soalnya gue ikut tertarik sama aplikasi yang dimaksud. Kebetulan handphone gue OS-nya android juga sih. Akhirnya gue pengen nyoba sama apikasi itu. Nama aplikasinya Rom Toolbox. Dari situ gue udah niat pengen download dan nginstal itu aplikasi. Karena gue yakin dengan nginstal itu aplikasi handphone gue bisa kliatan lebih canggih.

Semakin malam semakin menunjukan ke arah jam 10 malam. Dan ini waktu dimana kita harus meyudahi pertemuan ini. Akhirnya kita pamit dan pulang ke tujuan masing-masing. Tak lupa gue memberikan sebuah senyum ke arah Rani dan teman-temannya sekaligus memberikan satu kecupan hangat di kening Rani *Boong banget*

Gue sama kawan-kawan mau pulang kembali ke kontrakan. Sebelum pulang, kawan gue mau ngajak makan dulu kebetulan kita laper semua sih. Melihat ada sebuah lesehan makanan yang kelihatannya enak, kita pun mencoba makan disitu. Selama kita makan kita ngobrolin masalah ulang tahun Rani. Gue bingung aja kenapa dari tadi siang pertama ketemu di kontrakan nggak ada satu pun dari mereka yang ngebahas ulang tahun gue. Apa mereka nyusun rencana kejutan buat gue apa mereka tau tapi malah cuek bebek gitu? Entah lah, mungkin kedua-duanya..

Gue disini masih terpaku dengan jam tangan. Disini sudah menunjukan ke arah jam 11.30 malam. Dan ini lah detik-detik menjelang kebahagiaan dimulai. Gue kerasa setengah jam lagi gue menuju puncak kejayaan. Sambil menunggu jam 00.00 WIB gue kembali mencoba bergurau agar setengah jam lebih cepat terlewati. Ya, setelah lamanya kita bergurau sampai ketawa nangis sambil guling-guling di atas gerobak lesehan. Serontak mata gue menoleh ke arah jarum jam tangan melihat pertanda bahwa 5 menit lagi umur gue nambah satu dua tiga digit, satu aja cukup. Gue deg-degan bercampur aduk dengan rasa senang. Muka gue mulai memerah, nafas tertahan, badan bergetar merasa dingin di telinga, darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi, pupil mata membesar dan bola mata mengkerut, warna kulit menghitam kehijau-hijauan, darah menestes keluar dari mulut ke hidung, dan rambut, kuku, gigi dengan mudahnya terlepas. Lhoo, ini kenapa nyampenya ke detik-detik sakaratul mau ya... Sorrii, cuiyy. Maklum, gue saking gemeternya nulis cerita ini..

Semarang, 14 Januari 2013. 00.00 AM.

Hip-hip hurray!!! Sudah jam 00. Sudah pergantian tanggal. Sekarang umur gue udah 21 tahun. Dan umur nyokap gue sekarang 24, eh maksudnya 42 tahun. Gue seneng abis. Hari demi hari terlewati dengan pasti. Hari ini gue dan nyokap udah menuju satu puncak kejayaan. Meskipun gue lagi nggak bareng sama nyokap. Tapi gue bersyukur kepada Tuhan, terimakasih Ya Allah kau telah memberikan kami kehidupan sampai sekarang.

Di jam itu gue dapet SMS dari orang yang gue sayangin. Dia orang yang pertama kali ngucapin selamat ulang tahun ke gue. Namanya Yunita Pangemanan. Gue seneng banget. Gue juga dapet ucapan ultah dari beberapa temen-temen gue yang di Tegal lewat SMS. Muka gue tambah merona. Tak lupa gue ngucapin Ultah ke nyokap lewat SMS. Dan sepertinya, nyokap gue udah tidur. Mungkin besok kali ngebales SMS gue. Sempet kaget karena salah satu kawan gue tiba-tiba teriak “Nahlhooo, ulang tahun nih, saatnya mbayarin kita-kita”. Buset!! Penyambutan pertama di ulang tahun gue yang sekarang ini di depan mereka dengan cara minta bayarin semua makanan ini. Gue sempet kecewa, tapi tiba-tiba perasaan kecewa itu hilang sesaat ketika mereka sempet menyondorkan tangan buat ngasih ucapan selamat ulang tahun buat gue. Oke deh, gue yang mbayarin ke 5 orang anak ini dengan muka gembiran tanpa dipenuhi rasa beban. Sejenak gue berfikir, kenapa masing-masing dari mereka sampe pesan 2 porsi yaa -_-

Hari itu hari yang gembira. Bisa merasakan ulang tahun di Semarang bareng kawan-kawan. Bergegas gue minta pulang ke kontrakan karena disaat itu handphone gue mati gegara kehabisan batrei. Gue pengen ngecass handphone gue pengen ngeliat udah berapa banyak orang yang ngucapin ulang tahun gue di facebook dan di twitter. Mangkannya gue pengen minta pulang. Udah nggak sabaran.

Setelah sampe kontrakan, gue buru-buru ngecash ini handphone. Sebelum bukan facebook dan twitter gue mendadak ingat aplikasi Rom Tollbox yang tadi sempet diobrolin. Gue download dan gue instal. Disaat gue instal gue disini bingung, karena banyak menu yang nggak gue paham di aplikasi ini. Tapi semakin banyak menu gue makin penasaran sama ini aplikasi. Nggak berapa lama waktu gue asal mencet menu yang nggak gue ngarti, tiba-tiba handphone gue mati total. Gue nggak tau kenapa bisa begini. Gue nyoba nyari cara buat ngidupin lagi ternyata gagal. Gue gelagepan setengah mati. Perasaan sakaratul maut mulai menghampiri. Disitu gue mbangunin salah satu kawan gue yang lagi tertidur dengan pulasnya, ya iyalah masa lagi joging.. Sesaat dia bangun dia nggak tau tentang handphone kalo tiba-tiba mati gara-gara gagal aplikasi. Gue mbangunin yang lain dan yang lain pun nggak pada tau. Gue disitu masih bingung. Nyari tau gimana cara ngidupin hp ini lagi. Gue browsing di laptop temen gue, nyari tau di Om Google. Gue dapet artikel yang gue baca, ketentuan dari Aplikasi ini kalo gagal instal ya handphone nya mati. Dan gue salah satu contoh orang yang gagal dalam aplikasi ini. Dan ternyata kalo mau ngidupin lagi nggak bisa secara manual. Harus diservice di Counter besar. Gubrak!! Dipikiran gue kalo diservice kan mesti ditinggal untuk menghidupkannya lagi. Sedangkan gue dari kemarin udah menantikan gue bakalan ngerasain disaat hp gue berbunyi terus-terusan pertanda banyaknya pemberitahuan bahwa yang ngucapin ultah ke gue di facebook dan di twitter itu banyak. Tapi ngliat kondisi hp yang kayak gini ya artinya penantian itu hanya sekedar harapan tapi tak terlaksana. Gue masih bingung disini gue harus berbuat apa. Gue ngerasain kegelisahan dan kekecewaan cuman gara-gara ini HP. Karena ada cerita dibalik HP ini kenapa bisa sampe di tangan gue. Tapi ceritanya terlalu panjang. Dan sedang gue proses untuk dibikin ceritanya. Serasa penulis terkenal aja nih gue. Hehe

Setelah melakukan berbagai cara yang sia-sia gue menoleh ke arah jarum jam yang udah menunjukan jam 3 pagi. Pertanda gue harus melakukan tradisi dari leluhur nenek moyang ketika disaat jam 3 pagi, yaitu... Tidur #juijui

Paginya sekitar jam 8 gue dibangunin oleh suara musik yang berdetak dengan kencang dari arah kamar kawan gue. Seakan memanggil gue untuk segera bangun dari tempat tidur. Dan melakukan aktifitas sehat seperti senam pagi goyang poco-poco. OMG, ini kan masih jam pagi untuk ukuran mahasiswa jaman sekarang. Lagian semalam kan gue galau. So,,, hari ini gue harus istirahat penuh donk untuk menetralisirkan pikiran yang sempat kacau gegara semalam. Dan akhirnya,, kembali melanjutkan tidur..


Jam 4 sore gue bangun. Gue udah terbiasa ketika kecewa tidurnya kayak orang mati suri. Tahan lama dan berbau. Pernah seketika waktu gue masih STM gue tertidur selama tujuh hari tujuh malam. Karena saat lagi asik nulis kata “KONYOL” di papan tulis kelas, salah satu hurufnya keganti menjadi huruf “T”. Dan waktu itu disaksikan oleh temen-temen sekelas, beberapa guru, dan Kepala Sekolah..

Malamnya gue diajak kawan-kawan untuk menghibur diri. Kita pergi ke dalam Universitas Diponegoro. Kita ke arah bagian atas melihat pemandangan Kota Semarang. Pemandanganya bagus banget. Disini kita bisa liat dari kejauhan lampu kota semarang yang ada di bawah itu. Hampir seperempat kota semarang terlihat semua. Tak lupa memakan makanan yang sebelumnya kita beli. Disini sepi, cuman ada kita berlima. Dan lagi-lagi kita semua “cowok”. Suasana seperti yang akhirnya gue sempet mikir kalo tiba-tiba Satpam kampus datang dan sekedar nanya ke kita “Kalian semua lagi ngapain disitu?”, atau yang lebih menohok hati semacam “Woy,, kalian lagi ngadain pesta sex ya?” *Jleb*  Pertanyaan seperti itu terdengar sangat mengerikan. Tapi bersyukur karena itu hanya pemikiran batin sesaat. Gue nggak peduli apa yang terjadi. Toh, kita kesini hanya sekedar melihat keindahan nuansa malam. Dan sekarang saatnya untuk menikmati apa yang kita liat di depan.

Ketawa-ketiwi disini kembali terjadi saat salah satu kawan gue menceritakan kekonyolan di masa lalunya. Gue sempet teralihkan di suasana itu. Gue sempet lupa kalo gue disini lagi kecewa. Tapi berkat cerita dari kawan gue, gue jadi masuk suasana yang dipenuhi kegilaan.

Disaat sedang menikmati ketawa ini, HP gue berbunyi dengan kerasnya. Gue dapat telpon dari nyokap dan gue ditanyain, “Kamu kemana aja dari kemarin belum pulang? Sekarang pulang!!”. Astaga nagaa,, disitu gue baru nyadar kalo gue lupa minta ijin buat pergi ke semarang. Nyokap gue nyuruh gue pulang malam itu juga. Tapi melihat sekarang udah jam 10 malam dan gue nggak mau diculik. Akhirnya gue putusin buat pulang besok pagi-pagi. Walupun dengan rasa kekecewaan gue harus mengakhiri kebersamaan dengan mereka. Tapi disini gue harus nyadar juga kalo ke semarang tanpa minta ijin ke Nyokap itu suatu kesalahan. Dan mau nggak mau gue harus pulang secepatnya. Gue juga jangan ngecewain Nyokap. Kan Nyokap gue juga ulang tahun. Tapi berhubung pulangnya besok, gue nggak mau melewatkan suasana yang tadi. Kita pun melanjutkan ketawa masal itu sampe jam 12 malam.

15 Januari 2013. Jam 06.00.

Bergegas untuk pergi ke terminal dan meninggalkan kota ini. Semalam sesaat kita pulang dari Kampus Undip gue udah mengemas semua barang-barang gue. Ini semua gegara kebegoan yang gue lakuian sampe akhirnya gue harus pulang hari ini juga. Tapi disini gue harus sadar dengan bertambahnya umur gue, gue udah harus dewasa. Udah harus bisa membedakan mana yang hitam dan mana yang putih. Mana yang baik dan mana yang lebih baik untuk gue lakuin. Gue berusaha untuk menguatkan mental walau handphone gue rusak dan gue disuruh pulang sama Nyokap. Gue harus ikhlas, sabar, dapat mengendalikan diri, dan gue yakin gue dapat melakukannya. Jangan sampe dengan adanya kekecewaan kemarin dan semalam, gue jadi rentan galau dan nggak mau makan seharian. Berasa manusia paling bego sejagat raya donk kalo gue kayak gitu. Seenggaknya disini gue bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa ketemu dan ngumpul bareng mereka lagi.

Salah satu kawan gue pun mengantar gue ke Terminal. Sebelum meninggalkan kontrakan yang tadinya kita sulap menjadi ruangan inul vista itu, tak lupa kawan-kawan yang lain memberikan pelepasan Burung Bangaunya sebagai tanda bahwa gue sudah menjadi orang yang special dalam perkawanan kita ini. #yakalii .Gue mengucapkan banyak-banyak terimakasih karena mereka telah membrikan kebahagiaan buat gue disini. Banyak keseruan yang gue dapat setelah kita saling ngerocokin di tempat yang kita datengin. Yang terbayang di sanubari gue cuman kegilaanya aja. Yang tersirat di kepala gue cuman keseruannya doang, yang entah kenapa kalo inget mereka di waktu bebarengan bikin gue mesem-mesem sendiri. Hehe..

Sampai di terminal dan gue udah dapet bus yang gue cari. Gue bakal ninggalin kota semarang. Gue berterimakasih banyak juga ke kawan gue yang satu ini karena udah mau njemput dan nganter gue ke terminal. Dan gue nggak berharap kawan gue ini ngasih minuman jus kunyit yang kedua kalinya seperti kemarin itu.

Masuk ke dalam bus gue nggak mikir tentang interiornya bus yang gue tumpangi saat ini karena bus yang gue tumpangi adalah bus kelas ekonomi. Dan gue juga nggak ngerasain penyesalan karena nanti malam gue nggak bisa datang ke acara ulang tahunnya Rani. Yang terlintas dipikiran gue adalah sebaiknya gue tidur karena semalam gue kekurangan tidur. Tapi sebelum tidur, selamat ulang tahun buat Rani. Selamat memeriahkan ulang tahunnya. Dan semoga suatu saat kita jodoh. Ya.. Semoga! *lalu bus yang ditumpangi pun meledak*

Sekarang gue udah sampai di Tegal. Sepertinya gue bakalan dapet omelan dari Kanjeng Ndoro Putri alias Nyokap gue sendiri. Ya udah gue terima dengan lapang dada. Tapi nanti setelah selesainya diintrogasi oleh Nyokap, senggaknya gue istirahat santai sembari menikmati secangkir kopi dan biskuat yang dari awal belum gue buka.. :D

Inilah seonggok dari kisah perjalanan hidup gue di bulan Januari tepatnya di ulang tahun gue kemarin. Sebenernya kalo gue udah bareng mereka, gue lupa sama kegiatan yang semestinya harus gue lakuian. Tapi apapun itu, gue seneng bisa kenal sama mereka. Hopefully we’ll meet you again ya... *toss*

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

8 comments:

emti.blogspot.com said...

Konyol.. mangkanya doa ibu itu perlu!!!

emti.blogspot.com said...

Konyol.. itulah akibat gak ijin dari seorang ibu. Untung aja si ibu gak nyamperin ke semarang ya wkwkwkwkwk

emti.blogspot.com said...

Konyol.. itulah akibat gak ijin dari seorang ibu. Untung aja si ibu gak nyamperin ke semarang ya wkwkwkwkwk

Lana Alienskie Jackson said...

haha.. iya jow.. dramatis sekaleee :D

Yessy Rosyadi said...

hahhahha absruddd aku blom baca semuanya :-D

nanamorina said...

Numpang lewat kang...

lusia_wini said...

numpang ketawa... hahaha :)

Miz Tia said...

asik banget ceritanya kak :D
wohoyy seru!!.