Pages

BERBAHAYA!!!

"Maafkan musuh-musuhmu, tapi jangan lupakan nama-namanya. Simpan mereka dalam list yang diberi judul “BERBAHAYA”.

Kalo kamu mau nyindir, pastikan yang disindir masih berteman di facebook atau masih jadi followers kamu di twitter. Dan kalo nyindir jangan ragu-ragu buat menebar aura kebencian di tiap hurufnya. Pancarkan pesona perihnya seperih mungkin. Nyeseknya dapet dan sindirannya nusuk senusuk mungkin. The points is: Jangan setengah-setengah!", kata @WOWKonyol

Sekarang saya mau menulis tentang orang yang nggak saya sangka sebelumnya. Karena orang ini dulu pernah membaca isi BLOG saya dan berharap orang yang saya ceritakan membacanya dan mengakui kesalahannya.

Awalnya baik, berlagak menjadi orang baik dengan gaya bicaranya yang polos itu membuat kita sekeluarga jadi terkesan. Entah kenapa dipertengahan cerita banyak hal-hal yang bikin saya menjerit histeris.
Dia orang yang awalnya saya anggap sebagai orang yang paling baik di jagat raya sekarang berubah menjadi monster yang amat sangat ganas.

Berawal dari mulainya dia memasuki kehidupan keluarga saya. Dengan cara memberikan cerita kehidupannya yang bisa dibilang sangat dramatis. Kehidupannya sungguh kelam. Menurut cerita yang disampaikan ke kita (keluarga saya), banyak masalah yang ditimpa selama hidupnya. Mulai dari motor dan mobilnya sempet hilang, uangnya dibawa lari rekan kerjanya, sampe akhirnya tertunda acara pernikahan dengan tunangannya. Cerita yang dia sampaikan ke kita membuat hati kita menjadi prihatin. Akhirnya kita bantu dengan segala macam apa yang kita punya dan apa yang kita bisa.

Sedikit demi sedikit dia mulai masuk lebih dalam di kehidupan keluarga saya dan selalu menceritakan kisah sedihnya itu. Dia mulai mencoba mengolah kata demi kata dengan raut muka yang serius dan gaya ceritanya yang mendramatisir. Selayaknya orang sedang bermain theater. Kita pun percaya kepadanya. Kita percaya karena dari awal kita sudah menganggap dia baik dan kita selalu positif thinking. Padahal kalau dipikir-pikir, apa iya sih Tuhan sejahat itu kepadanya. Sedangkan selama  kita memandang sejauh ini dia bukanlah orang jahat seperti cerita yang dia sampaikan ke kita. Entah lah, selalu ada cerita dibalik kekuasaan Tuhan.
Kita berharap dan yakin bahwa Tuhan memberikan masalah yang ditimpanya hanya sampai saat itu saja. Untuk kedepannya semoga tidak terjadi lagi. Apakah doa kita dikabulkan? Ternyata kita sempat menyangka bahwa doa kita belum bisa dikabulkan, karena terjadi masalah lagi yang menimpanya. Ada cerita baru, dimana hati kita terketuk saat mendengar ceritanya.

Dia selalu mempunyai alasan yang kalau kita pikir itu cukup logis. Meski di saat itu kita belum tau faktanya. Tapi kita selalu mencoba untuk berfikir positif kepada siapapun, salah satunya dia. Dan selama ini yang kita dengar hanya keluhan masalahnya.

Singkat cerita, dia semakin akrab dan semakin kita anggap sebagai sodara kita sendiri, semakin sering pula kita merasakan hal yang aneh kepada dirinya. Seringkali disaat seharusnya dia menepati janji, dia selalu mengulur waktu dengan berbagi macam alasan yang dia lontarkan di mulutnya. Seringkali kita mencoba berusaha positif thinking. Tapi seringkali juga dia berlagak seperti orang yang munafik. Lama kelamaan kita mencoba memantau dibaliknya, karena semakin lama semakin ada bau kekecurigaan di sini. Sepertinya kita nggak bisa berusaha untuk positif thinking terus menerus, sedangkan kita hanya mendapatkan kegelisahanya saja. Kita mencoba memantau kondisi dia yang sebenarnya. Alhasil, terbukti.

Pernah seketika disaat dia terjadi kecelakaan. Dia menceritakan kronologisnya dengan gaya mendramatisir keadaan yang seperti biasanya. Kita melihat luka yang diperban di satu lengan bagian kanan, yang kalau kalau kita liat saat itu cukup menyentuh hati. Kita sempat bertanya kepada Tuhan, apakah Engkau masih menyayanginya, Ya Tuhan?

Ternyata Tuhan memberikan petunujuk kepada kita waktu itu. Suatu ketika disaat dia sedang bermalam di sebuah hotel. Saya sempat berkunjung ke hotel yang dikunjungi dia. Saya memantau keadaan dia dengan lengan yang masih diperban itu. Besoknya, ketika saya berkunjung ke hotel yang di tempatinya karena saya ingin melihat kondisinya. Disitu saya terkejut. Entah kenapa yang kemarin saya lihat perban yang ada di tangan sebelah kanan, sekarang pindah di sebelah kiri. Saya sempet tertawa dan bersipuh, “Hahaha. Betapa begonya kita sekeluarga selama ini. Selama ini keluarga saya berbelas kasihan kepada orang yang salah. Ternyata dia bukanlah orang yang baik”. Dan dari sini bisa dipastikan bahwa kisah yang dia ceritakan dari awal sampai akhir kepada kita hanya akalan busuk dan karangan semata. Perban yang dia ukir hanya sebuah modus, modus, dan modus. Saya yakin dia bermodus dengan tangan diperban itu karena tidak ada stok untuk mencari alasan lagi. Kita akui dia pintar, tapi yang kita sayangkan hanya satu. Yaitu, kepintarannya disalah gunakan hanya untuk kejayaanya nanti. Atau bisa dibilang “Pintar tapi licik”. Dia pintar memanfaatkan keadaan.
Tapi bagaimanapun, kita berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberikan petunjuk kepada kita. Terus terang disini kita kecewa dengan prilakunya. Sia-sia juga kita memberikan perhatian kepadanya. Dia selalu punya banyak alasan dalam hal apapun. Tapi untuk membuktikan hanya sebuah omong kosong. Kalo cuman bicara hewan pun bisa bersuara. Bullshit dengan semua cerita dramatisnya.

Keluarga saya sekarang lagi bingungnya, semenjak kehadiran orang ini dipertengahan cerita.
Mungkin ini cerita sulit dipahami, karena penjelasannya yang terlalu ribet dan nggak rinci. Memang sengaja saya buat seribet dan serinci mungkin. Soalnya kalau saya ceritakan secara rinci, otomatis semua keburukan yang dia punya ketulis TOTAL disini. Dan terlalu pahit buat saya untuk menceritakan secara rinci tentang sosoknya. Kita baru pertama kali bertemu dengan orang yang mempunyai akal busuk seperti itu.

Sekarang entah dimana dia berada. Kita berkali-kali datang ke rumahnya dan keluarganya pun nggak tau keberadaan dia.
Dan *yang jadi catatan* Kalo suatu saat akhirnya dia kaya, berarti secara langsung dia kaya karena orang-orang yang pernah dia tipu. Keluarga saya, salah satunya.

"Nggak bakal saya hapus ini tulisan sebelum urusan keluarga saya membaik dan dia mengunjungi saya berniat untuk minta maaf". Saya bukannya dendam. Tapi sejujurnya, saya belum ikhlas atas kejadian ini. Dan berharap agar masalah ini kunjung reda. Kita sekeluarga muak dengan tingkah lakunya yang sudah menipu kita.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

No comments: