Pages

Kopi dan rindu

Malam itu, aku dan Kak Rustin sedang sama-sama menikmati kopi dan sisa rindu di antara manis dan pahit yang tercipta dari kepekatannya. antara obrolan dan curhatan, kita sajikan kerinduan yang masih melekat dalam.

Mau hujan segede apapun. Kalo stok kopi
masih ada ya nggak bakal ngeluh. Dan
itu saya.
mari berbagi kopi, setelah itu kita bisa
membagi kisah, masih tentang rindu dan
dia...
dan menjadikan rindu sebagai kemanisan
yang mengesankan. :)
entah dia masih manis seperti yang selalu
kita rindu, atau tidak, tapi cukuplah kopi
memaniskannya bagai rindu.
tampaknya dibalik secangkir kopi yang kamu
sesap. Masih ada sebuah rindu yang menjalar
pada ingatan.
rindu telah menambatkan hidupnya pada
otakku, untuk menghapusnya? Nihil, hanya
sakit yang kurasa, aku pernah mencoba,
berkali2.
dan mungkin kamu sudah lelah bertemu dengan
 rindu satu dan lain menyusul setelahnya.
sepertiny, bahkan lelah tak lagi dirasa, sudah
terbiasa, selalu begitu jawabku. Bagaimana
denganmu? Apa rindu tlah mnjd benalu?
aku gemar merindu. Aku menyebutkan namanya.
Lalu merapalnya perlahan. Karena bagiku yang
ku rindu menjelma sebagai doa.
aku suka caramu, besok aku ulangi agar ia
selalu menjadi doa, doa-doa indah.. Ah ingin
segera pagi.
bisa dibilang, aku sengaja memeluk sepi di malam
ini. Merebahkan kerinduan sebisaku. Menangis
dalam hening.
dan kini, kamu buatku menangis ditengah
 suara tv yg ada. Ah, :(
jangan menangis. Itu hanya membuat ricuh isi
kepalamu saja. Lihat aku, terlihat bahagia
meski juga terlihat asing.
:( rindu benar2 telah menyesaki,
dan menari-nari di dalam kepala, lalu tersiksa di
alam fana.
walau rindu tlh bertahun2 hidup di otak, tp
aku tak pernah membiarkannya meracau spt
malam ini, rinduku kalang kabut, spt aku.
malam ini lebih terlihat asing.
Titipkan doa dan rindumu untuk
dihanyutkan ke angin tertuju.
semoga semoga semoga, (˘ʃƪ˘)
Setiap malam yang kerap rindu. Dan ini semacam
cerita lain bagi masing-masing manusia.
Aku dan @rustinrustin tutup aksara.



Nb. untuk lebih menikmatinya, bacalah beruntun untuk sisi kanan saja, dan sisi kiri hanya sisi kiri saja, tanpa di mix. ini bukan sebuah puisi, hanya sebuah ungkapan hati. Kita ungkapkan di obrolan twitter saat itu.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

No comments: