Pages

Sebuah Malam

Aku paling suka ketika malam sudah menua dan suasana selalu bisa kita taklukkan di genggaman masing-masing. Kemudian kau akan menelponku. Menuntutku menjawab pertanyaan yang hanya sekedar “Apa kegiatanmu hari ini?”. Tapi di sini aku jatuh hati dengan caramu bertanya, ada sebuah perhatian yang tampak manis yang ku dapatkan dari bibirmu sendiri.

Aku paling suka ketika kita sudah benar-benar akrab dengan sebuah malam dan rona gemintang seakan menjadi saksi bisu percakapan kita. Malam milik kita. Meskipun Tuhan belum menghadiahkan sebuah kejutan seperti sejengkal jarak untuk kita. Tapi percayalah, aku masih suka malam dan masih suka memungut satu per satu segala cerita tentang malam kita untuk dijadikan pondasi ketika semesta memberi kode pada sebuah pertemuan.

Adakah hari yang lebih panjang daripada hari aku membenci sebuah malam? Nampaknya tak ada. Atau aku belum menemukan? Entahlah. Yang aku rasakan hanya aku menyukai sebuah malam. Malam semakin tua, semakin sunyi. Dan kita diantara kesunyian. Tapi kita tak pernah merasakan keasingan dibalik kesunyian. Aku menginginkan untuk kita menjadi sabuah keluarga dari segala kesunyian. Sampai akhirnya akrab dengan keasingan.

Malam kita tak pernah sunyi. Kepala kita selalu dibuat ramai, seramai pasar malam. Dan kita selalu berpelesir sekaligus membawa kembang api, membuat kita terpesona dengan adanya warna-warni dikeadaan malam. Lalu kau mencatatkan ingatan setiap malam dan selalu kau simpan rapat-rapat di dalam kepalamu. Hanya aku yang boleh masuk ke dalam kepalamu.

Aku paling suka ketika malam sudah hampir usai dan pagi siap menyapa. Dingin udara memberi pertanda bahwa hampir usai percakapan kita. Namun, suasana tak membuatku memberhentikan mulutku untuk melanjutkan bicara. Menjelma sepasang nama kita yang menggebu-gebu minta didoakan.
Kau-Malamku.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

2 comments:

Zantika said...

Ini so sweet sekali.. long distance-nya dapet. aah jadi inget masa-masa telponan malam2. sayang bgd skg biayanya mahal.
Ah tapi, ini keren. ^_^

Lana Alienskie Jackson said...

Hahaha.. Terima-kasih, kak. Aku jadi ingat ketika kita ngobrol. Pengalamanmu layak diberi rasa kagum. :))