Pages

Review Buku Paris


Pembaca tersayang,
Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Eclair, Beautiful Mistake, dan Kestil Es dan Air Mancur yang Berdansa.
Ini tentang sebuah perteuan takdir Aline dan seorang laki-laki bernama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena mempunyai misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul dua belas malam pula?
Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Pere Lachaise yang konon berhantu?
Setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah yang kami kirimkan dari Paris dengan perangko berbau harum.
Enjoy the journey.
EDITOR


Ya itu lah blurb dari Novel Paris. Sebuah cerita dengan ciri khas diksi yang menarik, karya Prisca Primasari. Novel yang berisi post cars dengan gambar menara Eifel. Menurut saya, ini adalah cerita ringan dan enak ketika dibaca, karena mempunyai racikan dan diksi yang istimewa dalam bercerita. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam buku ini. Seperti penjelasan sejarah negara paris, gedung-gedung tua, dan juga percakapan ala Perancis yang menyenangkan.
Ini sebuah cerita tentang seseorang perempuan bernama Aline, mahasiswi asal Indonesia yang sedang meraih syudy sambil bekerja di sebuah Bistro yang menjual masakan-masakan Indonesia di Paris. Suatu ketika, Aline baru saja merasakan patah hati yang luar biasa oleh seorang laki-laki sampai memutuskan untuk cuti dari tempat kerjanya. Pada malam hari, ketika Aline sedang duduk melamun di suatu taman di Jardin du Luxembourg, ia menemukan pecahan poreselen--yang kalau disatukan terlihat tulisan Aeolus Sena. Rasa penasarannya pada porselen itu, memutuskan untuk mencari tahu pemilik porselen tersebut. Sampai akhirnya, ia dipertemukan oleh pemiliknya, yang namanya juga sesuai dengan ukiran porselen tersebut, Aelus Sena.
Aelus Sena, lelaki ceria, blak-blakan, lucu, dan mempunyai pemikiran bijak. Ia mempunyai hobi mengunjungi tempat-tempat yang mempunyai misteri. Seperti pemakaman Pere Lachaise. Ia mengajak Aline untuk meminta pecahan porselen yang Aline temui di Opera de la Bastile, sebuah monumen bekas penjara dan tempat siksaan.
Aline menuruti permintaann Sena. Pukul dua belas malam, ia menunggu Sena di Bastile. Namun, Sena tak bisa datang menemui. Padahal Aline sudah terlanjur ketakutan ketika menunggu sendirian di Bastile. Sena mengajak kembali untuk kedua kalinya di tempat itu pada jam yang sama. Dan Aline masih mau menurutinya. Namun, Sena tetap tidak datang juga. Aline yang merasa dipermainkan oleh janji Sena, membuat ia menjadi sangat marah. Namun, Sena tetap mengajak Aline bertemu untuk ketiga kalinya sambil memberikan tiga perminataan yang dikehendaki Aline. Apapun itu permintaan Aline, asal ia mau memberikan porselen itu, Sena akan menurutinya.
Setelah mereka bertemu dan bisa berbagi cerita. Aline mengetahui banyak yang menimpa Sena. Berkat tiga permintaan yang akan dikabulkan untuk Aline, menyebabkan mereka menjadi lebih dekat. Lambat laun, hubungan mereka berkesan manis.
Seperti apa kisah manis mereka di Negara Fashion itu? Ya, setiap tempat punya cerita. Dan inilah sepotong kisah yang kami kirimkan dari Paris dengan perangko berbau harum. Pokokya buku ini pantas dimasukkan ke dalam daftar bacaanmu.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

4 comments:

Ila Rizky Nidiana said...

yang bikin heran itu janjian di tempat angker. heuheu, kalo yang udah keburu takut duluan, jadi takut baca sampe kelar :D

widhie said...

kalau aku mah ogaahhhh janjian di kuburan...*ngebayangin kuburan di tegal...hadeuuhhh hwakakka

Lana Alienskie Jackson said...

Malah berawal dari makam itu, kisah manis terjalin lho, kak. :D

Lana Alienskie Jackson said...

Sepertinya makam di Tegal memang seram. Beda dengan Paris. Meskipun makam, tapi ada unsur romantisnya. :)) #sepertinyasihbegitu