Pages

Wanita Tangguh

Air matamu mudah dijumpai mudah menetes. Manakala resah pada bayangan yang semakin lebam dengan realita. Tapi barangkali air matamu adalah pengganti kekesalan pada angin yang tak  jua menyampaikan dahaga rindumu.
Kau wanita tangguh, yang tak bosannya melangkah sambil membawa lengkungan senyum, meski beriringan dengan duka berkelebat bagai hantu di kepala. Menahan irama diafragma menyesakkan dada. Ukiran luka yang tergores di hatimu menjelma jalanan curam.
Hatimu kerap kelabu, namun pandai mengubahnya dengan biru. Menyibak murung dan terganti oleh siluet sempurna. Membentuk wajah kecilmu dulu, kala berlari dengan pekik girang
Dari cermin, binar matamu mengajarkan bahwa senyuman adalah tentang cara membuat diri sendiri merasa berharga. Lalu kau sadar, menyembunyikan luka hanya menciptakan pendar yang menghasilkan kegelisahan.
Kau mulai rutin menyirami jiwa yang dilanda resah dengan tawa masa kecil. Tanpa tumpuan dari manapun, kau menyusuri belantara semesta yang sok perkasa. Cangkir tawa kembali terseduh di setiap harimu.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

4 comments:

Aprie Janti said...

Selamat Hari Ibu untuk Ibumu :')

Maulana Setiadi said...

Selamat hari ibu juga untuk ibumu, kak aprie. :)

lusia_wini said...

wanita yang akan selalu ada meski seluruh dunia berpaling dari kita. selamat hari ibu :)

Maulana Setiadi said...

Selamat hari ibu juga, ibu Lusi. :D