Pages

Kampung Fiksi, Tempat Berbagi Ilmu Untuk Menulis


Kampung Fiksi. Dilihat dari namanya saja sudah terbilang unik dan menarik. Ya. Awal saya menyukai Kampung Fiksi itu berdasarkan namanya. Di tahun 2013 saya mengenal Kampung Fiksi melalui twitter. Saya sering menyimak kultweet tentang tips menulis dari Kampung Fiksi. Kultweet yang dilakukan Kampung Fiksi sangatlah berguna untuk saya.
Ada dua alasan yang membuat saya menjadi tambah suka terhadap Kampung Fiksi.
Yang pertama, pada bulan Juli 2013, teman twitter saya, Ayu Insafi, pernah nge-tweet tentang #postcardfictionEdisiValentine yang diadakan oleh Kampung Fiksi. Saya yang pada saat itu sedang asyik nge-tweet juga, ikut tertuju pada tweet milik Ayu Insafi. Ternyata, dia memenangkan lomba FlashFiction #postcardfictionEdisiValentine juara ketiga yang diadakan oleh Kampung Fiksi. Hadiahnya berupa satu buah Andromax Smartfren.
Alih-alih penasaran, saya pun mencari tahu isi dari blog Kampung Fiksi dan mendapati berbagai macam artikel tips menulis. Setelah saya baca artikel-artikel tersebut, saya merasa terbantu untuk menulis cerpen yang bagus.
Alasan kedua, saat bulan September, ketika saya sedang mengikuti lomba cerpen, saat itu saya butuh seseorang untuk menjadi first reader sekaligus menilai cerpen saya. Saya tertuju pada Blogger asal Tegal, Kak Ila Rizky. Saya meminta Kak Ila untuk menjadi first reader sekaligus menilai cerpen saya. Saya sengaja datang ke rumah Kak Ila dan kegiatan menilai cerpen pun berlangsung. Saat itu saya juga masih mempelajari tips menulis dari artikel milik Kampung Fiksi.
Esok harinya, saya masih merasa kesulitan saat merevisi cerpen. Namun tiba-tiba, Kak Ila mengirimkan surel berisi beberapa link, yang setelah saya buka adalah beberapa artikel lama tentang tips menulis dari Kampung Fiksi.
Bergegas saya menerapkan tips dari artikel tersebut, dan saya merasa terbantu kembali untuk meneruskan cerpen sampai tanpa disadari, saya dapat menyelesaikan cerpen tersebut dengan segenap kepuasan.
Ya. Mereka berdua secara langsung menjadikan saya untuk menambahkan tingkat perasaan suka saya terhadap Kampung Fiksi. Dan semenjak itu, saya selalu menjadi pembaca setia Kampung Fiksi. Saya sering berlangganan pula artikel-artikel tips menulis dari Kampung Fiksi.
Diantara sekian banyaknya artikel, ada dua yang menjadi favorit saya, yaitu; Trik Tips Meneruskan Naskah Setengah Jadi dan Kalah Lagi Ikut Lagi.
Kedua artikel tersebut membuat saya menjadi semangat untuk terus menulis cerpen. Meski saya sering bertemu kekalahan dalam lomba cerpen, namun tak membuat saya menjadi patah arang. Yang ada malah terus dan terus menulis cerpen. Kedua artikel itu menjadikan saya untuk dapat berpikir, bahwa ketika saya kalah dalam sebuah lomba, ya sudah. Kalah lagi ya ikut lagi. Namanya juga sedang mencoba berkarya dan bersaing. Namanya juga belajar, toh saya sedang tidak belajar mencari musuh.
Mungkin kalau saya tak mengenal Kampung Fiksi, saya jadi tak mendapat artikel menarik tentang tips menulis. Mungkin ketika saat itu saya kesusahan menyelesaikan cerpen, saya jadi memutuskan untuk tidak menulis cerpen lagi. Beruntung sekali saya dapat mengenal Kampung Fiksi.
Bagi saya, seluruh tulisan yang tercantum dari website Kampung Fiksi sangatlah bermanfaat. Cocok direkomendasikan pada kalian yang sedang mendalami proses belajar menulis cerpen atau novel tingkat belajar atau mahir. Jadi, selamat mendapatkan ilmu bagi kalian yang baru atau sudah lama mengenal Kampung Fiksi. :)


“Ikut memeriahkan ultah Kampung Fiksi yang ke-3 bersama Smartfren, Mizan, Bentang Pustaka, Stiletto Book, dan Loveable.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

4 comments:

Ila Rizky Nidiana said...

hehe, jadi inget pas kamu ke rumah :D btw, tips2 kampung fiksi emang keren2, apalagi kalo langsung diterapkan sesuai dengan saran yang dikasih sama artikel itu. biasanya kalo revisinya nunggu mood, jadi stuck lama. mending tetep lanjutin aja. :D sukses ya, Lana.

Maulana Setiadi said...

Iya kak. Artikel dari KF yang kak ila sarankan juga masih aku simpan baik. :))

Ayu Insafi said...

keren tulisannya lana :D
betuuul, ngga boleh hilang semangat kalau kalah. pokonya semangat terus untuk berkarya ^^

Maulana Setiadi said...

Hehe. Makasih, Ayu. :')