Pages

Mari Menghemat Waktu

Hemat menurut saya adalah suatu cara untuk mengubah sesuatu yang maksimal menjadi seminimalis mungkin, namun tertuju pada sasaran yang tepat.
Suatu kehematan sering saya pikirkan sejak dulu. Pada saat pertama saya masuk SMP, saya tergolong orang yang pelupa dalam berbagai hal, salah satunya lupa dengan PR. Karena saya  tergolong orang yang dapat teralihkan dalam hal lain. Misalnya, ketika seharusnya saya akan sibuk membuat PR, tiba-tiba ada seorang teman mengajak keluar untuk kumpul dengan teman-teman yang lain, dan jika saya merasa berkumpul dengan mereka adalah hal yang menyenangkan, dengan cepat saya memutuskan untuk berkumpul dengan mereka. Dan di luar kesadaran, saya telah lupa bahkan melalaikan sebuah PR dari sekolah. Dulu, itu sering kali terjadi.
Masuk ke kelas tiga SMP, ada kegelisahan yang sering saya alami, yang akhirnya membuat saya menjadi berpikir, bagaimana saya akan maju jika sering melalaikan prioritas. Akhirnya, saya berniat untuk berubah ketika sudah menginjak STM nanti, dalam arti ingin menjadi seseorang yang menguntungkan untuk diri sendiri.
Sampai akhirnya setelah saya sudah menginjak STM, saya masih dalam tahap mencari cara untuk mengubah pelupa ini. Namun setelah beberapa bulan merasakan hilir mudik sebagai siswa STM, saya mendapat ide untuk menuliskan segala sesuatu yang harus dikerjakan di sebuah buku. Pikir saya, cara itu akan berhasil untuk mengutamakan prioritas saya. Kendati demikian, saya pun membeli sebuah block note atau yang biasa disebut buku agenda. Tujuannya untuk bergegas mencatat tugas yang diberikan guru di dalam block note dan kembali mengingat ketika saya membuka block note tersebut. Karena di sekolah STM saya, setiap hari selalu ada tugas PR yang harus dikerjakan. Dan setelah saya mempunyai block note, saya merasa ini sangat menguntungkan dan sangat menghemat waktu.
Rutinitas untuk berkumpul dengan teman-teman masih sering saya lakukan saat itu. Namun setelah memliki block note, saya menjadi sering membuka block note tersebut. Melihat daftar tugas yang harus dikerjakan, lalu mempertimbangkan dengan acara kumpul dengan teman-teman. Ketika memang tugas itu dapat saya jangkau dalam waktu lama, dan ketika memprediksi bahwa dengan berkumpul akan membuat rasa penat saya menguap, maka saya akan menyicil tugas secepat mungkin, kemudian dapat melakukan rutinitas kumpul dengan kawan-kawan. Dari situ saya dapat sering menghemat waktu. Saya jadi tetap bisa fokus terhadap prioritas. Dan masalah PR, saya jadi tidak pernah terbengkalai.
Saya percaya perubahan bisa dilakukan dari diri sendiri, tanpa harus tunggu siapa-siapa. Jika saya prihatin akan rasa lupa yang menyebabkan sebuah keteledoran, maka saya harus cepat berbuat sesuatu untuk mengantisipasinya. Saya jadi sering mencatat segala macam PR di dalam block note. Dengan begitu, saya tidak akan terbengkalai oleh hal-hal lain yang akan saya lakukan.
Lambat laun, kebiasaan mengingat kegiatan dengan cara menuliskan di sebuah block note sudah menjadi kebiasaan hingga lulus STM, bahkan sampai saya berada di semester lima seperti sekarang, rutinitas mencatat kegiatan masih saya terapkan di block note. Inilah cara bagi orang-orang pelupa yang ingin menghemat kegiatan.
Setelah selalu setia dengan block note, ada keinginan kuat untuk menulis sesuatu, semacam refleksi dan sejenisnya. Block note membutuhkan saya, sama halnya dengan saya membutuhkan block note. Saat ini bukan hanya sebuah prioritas yang saya catat, bahkan sebuah lomba menulis dengan deadline yang sudah ditentukan akan selalu saya catat di dalam block note. Alhasil terbukti, saya masih sanggup menyicil dan menghemat segala aktivitas lain, tanpa membatalkan kegiatan menulis dengan deadline yang sudah ditentukan. Mungkin cara menulis di block note akan selalu dibiasakan ketika sampai akhirnya saya terjadi amnesia. Lol.
Pesan moral rutinitas ini sederhana, saya bertanggungjawab ketika menjalani hidup. Saat saya berjalan menyusuri hidup yang begitu panjang, saya dapat menghemat langkah kaki saya dengan cara menulis daftar kegiatan di block note kesayangan saya. Dan ketika melihat cara itu berhasil, secara langsung block note dapat memenej waktu di setiap hari saya.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

No comments: