Pages

Resensi Buku “Menanti Cinta” karya Adam Aksara, Penerbit Mozaik Indie Publiser



“Cinta tak pernah membebani. Ia meringankan yang memilikinya.” Itu adalah kalimat yang terdapat di cover buku Menanti Cinta.
Setelah saya selesai membaca buku ini saya merasa ikut larut dengan cerita yang penuh dengan pilu dan sangat mengharukan. Ceritanya tentang seorang gadis bernama Claire, mahasiswi yang selalu menggebu-gebu agar dapat kuliah di jurusan keperawatan. Berbagai macam rintangan yang dialaminya. Mulai dari ibunya seorang pelacur, yang melarang Claire untuk kuliah karena kondisi ekonomi sangat berkurang. Namun, Claire tetap berusaha untuk terus kuliah. Sampai akhirnya, ia mendapat beasiswa di kampus pilihannya dan berkerja di kafe Burger.
Penderitaanya masih terus berlangsung. Selama Claire kuliah dan bekerja demi kehidupannya sendiri dan keluarga, ia sering dilecehkan oleh pemilik kafe Burger. Beberapa kali Claire hampir diperkosa, namun ia selalu lolos dari tangan pemilik kafe Burger. Sampai suatu ketika, Alex, dosen Claire, menyelinap diam-diam pada kehidupan Claire. Ia tak tega melihat kehidupan Claire yang sering memikul kesedihan yang sangat dalam.
Alex membantu semua kehidupan Claire. Ia juga memberi bantuan beasiswa untuk memperpanjang kuliah Claire di kampus. Sampai akhirnya, Alex merasa dirinya jatuh cinta pada Claire. Apa yang dimiliki Alex selalu diberikan pada Claire. Sampai Claire dapat tinggal satu rumah bersama Alex dan akhirnya mereka berpacaran, lalu berlanjut pada sebuah cincin yang sudah terpasang pada jari masing-masing. Mereka berdua sudah membulatkan tekad untuk menikah.
Namun, pada suatu hari yang ganjil, tepatnya setelah Claire wisuda, ia bertemu dengan Dokter yang kebetulan pernah membantu kelahiran Claire saat masih bayi. Dokter itu menawarkan Claire untuk berkerja di rumah sakit di Perancis. Claire yang sebetulnya ingin menerima tawaran pekerjaan itu. Karena itulah cita-citanya. Namun, di sisi lain ia akan meninggalkan Alex dalam waktu lama jika menerima tawaran itu. Bagaimanapun juga, kedatangan Alex membuat Claire dapat lulus dari kuliahnya. Claire merasa berhutang budi pada Alex, namun Claire harus bergelut dengan perasaan bimbang. Begitu juga Alex, ia merasa tak rela jika Claire harus pergi dari kehidupannya.
Sampai pada waktunya, setelah mereka berdua melakukan kompromi. Alex menyuruh Claire untuk pergi ke Perancis, meraih cita-citanya. Dan dengan berat hati Claire pun meninggalkan Alex dalam waktu lama. Cincin yang terlihat pada jari manis mereka masih menancap. Namun, belum sempat mereka bertemu kembali, Alex sudah meninggal terlebih dahulu. Dan Claire merasa cinta dan kebahagiaan tak pernah memihak pada dirinya.
Buku ini memiliki cerita yang mempunyai beragam adegan. Saya tertarik pada tokoh Claire yang selalu gigih dalam bekerja keras. Selama hidup ia tak pernah patah arang. Meski beragam pilu selalu ia temui, tapi ia selalu berpikir untuk segera bangkit dan terus bangkit.

Banyak adegan yang membuat saya mengernyitkan dahi dalam cerita ini. Dan itu yang membuat saya untuk terus menyimak dengan seksama pada alur cerita ini, karena saya ikut larut dalam ceritanya. Dan cerita ini seolah membuktikan bahwa cinta memang tak pernah membebani. Cinta malah sanggup meringankan beban kehidupan seseorang. Salam cinta. :)

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

No comments: