Pages

Untukmu Yang Selalu Hinggap di Ingatan




 Selamat malam. Kutulis surat ini untukmu pada saat tengah malam seperti sekarang, di mana banyak orang yang terbiasa merasakan kerinduannya di saat tengah malam. Dan di tengah malam ini aku ungkapkan perasaanku sejujur-jujurnya, kalau aku—merindukanmu.
 Rasa rinduku menjadi menggebu karena lagu-lagu milikmu saat ini masih setia berputar di telingaku, yang membuatku ingin mengungkapkan bahwa kau adalah penyanyi nomor satu yang selalu aku idolakan. Sampai kapanpun.
Seorang teman bertanya padaku, kenapa kamu menyukai Michael Jackson? Dan yang terlintas refleks di pikiranku ketika mendengar pertanyaan itu adalah, karena Michael Jackson memberi banyak inspirasi pada orang-orang. Melalui lagunya, maupun kepribadiannya. Lagu-lagu dari Michael sanggup membuat hatiku terenyuh. Ya, itulah jawabanku, dan selalu kujawab seperti itu.
Michael, aku mengenalmu saat aku masih SD, tapi lupa tepatnya kelas berapa. Pada saat itu aku melihatmu di layar televisi. Itu kali pertama aku melihatmu. Tepatnya pada malam hari, mungkin sekitar pulul 9 malam.
Saat itu, kau mengenakkan kostum hitam penuh kristal, topi fedora, dan sarung tangan putih yang menyala; Perpaduan panampilan yang sebetulnya terlihat memukau bagi sepasang mata yang melihat. Namun sayangnya, dari lubuk hati yang paling dalam, aku ingin minta maaf sebesar-besarnya padamu, karena aku langsung takut saat melihat wajahmu yang terlalu putih itu, Michael. Aku pikir, saat itu kau menggunakan make-up yang terlalu tebal dan tujuannya memang untuk menakut-nakuti orang, karena dulu aku selalu beranggapan bahwa orang luar negeri selalu meramaikan suasana yang berbau horror, seperti pesta hallowen. Oleh karena itu, pada umurku yang saat itu masih polos langsung menafsirkan dengan pikiran sekena-kenanya, bahwa kau bisa saja menakut-nakutiku melalui mimpi atau bayangan.
Namun bukannya mematikan televisi, aku malah masih memberanikan diri untuk menonton acaramu. Saat itu kau memperlihatkan tarian yang membuat semua penonton terkesima. Ya, aku ingat betul saat kau menari dan kau melakukan tarian robot, yang disusul gerakan moonwalk. Pada saat yang sama, banyak suara dari penonton yang berteriak histeris padamu. Dan aku ingat betul, semenjak melihat tarianmu aku menjadi suka denganmu. 
Selesai menari, kau langsung menyanyikan lagu yang masih aku lupa sampai sekarang. Namun, yang tak kulupakan saat itu adalah lagumu membuatku menjadi sangat menyukaimu. Suara dan lagumu sangat indah. Dan aku tercengang setelah kau selesai menyanyikan lagu, yang disusul ekspresi dari para penonton saat meneriakkan, “KING OF POP!” berkali-kali padamu. Ya, dari situ aku baru tahu bahwa kau adalah raja pop di dunia. Dan semenjak itu, beberapa hari kemudiannya aku langsung membeli lagu-lagumu yang sudah dikemas dalam bentuk CD.

 
Michael Joseph Jackson, lambat laun aku sering menyanyikan lagumu tanpa henti. Di rumah, di sekolahan, di jalanan, di mana pun. Tetapi tidak di atas panggung karena aku bukan penyanyi, Michael. Suaraku jelek, tapi aku bisa fasih untuk menyanyikan lagumu. Haha.
Saat itu yang hanya kuketahui dari dirimu adalah kau seorang raja pop dunia yang mempunyai suara emas dan lagu emas. Ya, hanya sekedar itu, Michael. Namun, setelah aku mengenal internet, aku penasaran padamu. Inilah sifatku bila penasaran pada seseorang, aku langsung mencari tahu tentang info seseorang tersebut. Sama halnya padamu, saat aku mendapati banyak info seputarmu, serta-merta senyumanku merekah; Mengetahui karya-karyamu tidak hanya mendapatkan apresiasi luar biasa dari pasar musik dunia, tapi juga diakui oleh para seniman dan kritikus kelas dunia. Kau hebat sekali, Michael!
Aku selalu tercengang ketika melihatmu berada di atas panggung. Kau selalu mendapatkan teriakan sambutan dari semua penonton, seolah mereka menganggap bahwa kau adalah orang yang berarti bagi kehidupan mereka, Michael.
Aku kembali tercengang, yang disusul bibirku melongo membentuk huruf o, ketika melihat konsermu di berbagai negara. Konsermu yang selalu gemerlap itu pasti akan sesak oleh penonton. Sehingga tak henti-hentinya kau memecahkan rekor dunia atas penonton terbanyak di setiap konser agungmu.
Kau adalah detak jantung yang membuat dunia menari, Michael. Belum lagi saat mobilmu melewati jalanan. Tidak sedikit penggemarmu yang akan mengikuti mobilmu. Mereka berusaha untuk dapat bertatapan langsung denganmu. Kalau boleh aku menebak, kadang kau kewalahan ketika bertemu dengan penggemarmu yang kelakuannya di luar kendali. Mereka sering berteriak histeris hanya agar dapat berada di sampingmu, berfoto denganmu, menciummu, bahkan memelukmu.
Lain lagi ketika kau berada di sebuah kamar hotel di negara manapun, para penggemarmu sudah berada di depan hotel yang akan kau injak. Mereka menyesakkan jalanan hanya ingin melihatmu, Michael. Dan mereka akan bahagia sembari berteriak histeris ketika kau hanya sekedar melambaikan tangan melalui jendela kamar hotel ke arah mereka. Wow!! Michael, inikah kau? Aku terkadang ingin tertawa tak nyana, bercampur dengan kebahagiaan tersendiri ketika melihat para penggemarmu itu. Bagaimana tidak? Hanya dengan satu tanganmu yang dilambaikan ke arah penggemar melalui jendela, mereka akan mengekspresikan kebahagaiaanya dengan cara berteriak-teriak tersanjung, bahkan sampai menangis bahagia. Tapi aku yakin, Michael, jika aku di antara mereka, aku juga akan ikut berteriak bahagia seperti mereka. Haha.
Inikah kau, Michael? Yang seolah dapat menghipnotis banyak orang agar bisa mencintaimu? Salah satunya aku. 
Bagiku, menenalmu adalah sesuatu yang membuat hatiku ingin selalu berteriak bahwa aku bangga menjadi penggemarmu. Sampai dulu pikiranku sempat melanglang buana, yang tak lain adalah ingin menjadi raja pop sepertimu. Dan itu mustahil, sangat mustahil. Karena seyogyanya hanya kau satu-satunya penyanyi yang layak menjadi raja pop. Tidak untuk penyanyi lain sekalipun.
25 juni 2009, tepatnya pada saat aku menginjak SMK. Aku dibangunkan oleh dunia yang menjerit kala pagi itu, Michael. Melalui berita di seluruh stasiun televisi menyampaikan bahwa kau sudah meninggal dunia. Kau meninggalkan dunia yang selama ini dibuat bernyanyi dan menari olehmu.
Pagi itu, aku dan para penggemar lain yang berada di seluruh penjuru dunia bukan hanya terkejut, tetapi juga merasa sangat kehilangan. Kesedihan dan tangisan beranak pinak. Seolah kami tak rela jika kau meninggalkan dunia dan harus beristirahat selamanya di alam sana.
Di layar televisi saat itu, kematianmu bagi sebagian orang tampak lebih menyentuh dari kisah ribuan saudara kita yang daerahnya tengah dilanda bencana alam, Michael. Bagaimana tidak? Kau yang selama ini selalu memberi banyak inspirasi pada orang-orang untuk selalu bersosial kepada saudara kita yang terkena bencana alam. Kau juga selalu menuntun orang-orang untuk mencintai anak-anak. Kau sama sekali tidak suka dengan kekerasan. Dan kehilanganmu membuat semua memori tentang bagaimana kau menjadi Raja Pop yang membentuk sebuah kebahagiaan melalui lagumu yang mengandung makna dalam.
Kami tidak akan lupa dengan sosokmu. Sosok Michael kecil yang merintis karir dengan saudaramu, terbentuk ke dalam grup band bernama The Jackson Five, yang disusul merintis grupband sekaligus solo dan mendapati sebutan “The King of Pop”. Salah satu entertaint terbesar di dunia yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ya, itulah kau—Michael Jackson.
Usiamu semakin tua, tetapi didalam hatimu kau tetaplah seorang anak yang selalu menginginkan pekik riang dengan berbagai sarang tawa. Maka dari itu kau dikenal sebagai pria lembut. Tak heran sampai akhirnya banyak orang yang kehilanganmu, salah satunya aku.
Kukatakan berkali-kali bahwa semua orang merasa sangat kehilanganmu, layaknya kehilangan kerabat bahkan keluarga terdekat, Michael. Sampai saat ini saja kami masih menanti perbuatan cemerlangmu yang tak akan terlupakan dalam setiap tapak langkahmu yang membuat kami terenyak dan terhanyut.
Betapa berharganya kau, sehingga kami tak henti-hentinya mengenangmu sampai sekarang. Ya, bisa kukatakan secara lantang bahwa sampai detik ini juga kau masih selalu dikenang. Karena tahukah kau, setiap aku membuka twitter atau facebook, aku akan mendapati banyak tweet atau status facebook perihal kau, Michael. Ketika pagi sampai malam, para penggemarmu dari berbagai macam negara masih selalu membuat tulisan di media sosial tentang sosokmu. Entah mereka menulis tentang lagumu, prestasimu musikmu, jiwa sosialmu yang tinggi, dan semuanya yang berhubungan denganmu. Aku pun demikian, selalu ikut larut dalam kebahagiaan ketika mendapati fakta bahwa kau tidak pernah terlupakan oleh penggemar sampai saat ini. Seolah kau selalu ada di mana-mana, Michael. Masih selalu melintas ke seluruh penjuru dunia.
Michael, aku menulis surat ini dengan segenap perasaan haru, yang membuat diri ini menginginkan sebuah pinta temu. Dan maaf, jika yang tulisanku tidak dalam rangkaian kata yang membuatmu tersentuh. Tulisanku memang biasa saja. Namun, aku menulisnya dengan jujur dan berusaha keras agar bisa terlihat indah. Dan semoga kau bisa merasakan bahwa tulisan ini menyimpan banyak cerita, yang sekonyong-konyongnya dapat membuatmu mengulaskan senyuman tanpa henti sambil mengatakan, i love you!
Oh iya, kuucapkan selamat atas album barumu, XScape. Albummu laris seperti album-album sebelumnya. Dan di tanggal 25 Juni ini, kau masih di kenang dari para penggemarmu yang berada di berbagai macam dunia.
Michael, terima kasih karena kau telah mengidupkan dunia agar bisa bernyanyi dan menari. Meski kau sudah tidak berada di fana ini, tapi kau selalu ada di hatiku, di hati para penggemarmu. Dan aku berharap, semoga di alam sana kedamaian selalu menyertaimu. Bagiku, kepergianmu tetaplah menjadi kehidupan di hatiku. Lagu-lagumu masih setia menemaniku, yang artinya mustahil bila aku melupakanmu. I’ll never let you part. For your always in my heart, Michael Jackson.


Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

No comments: