Pages

Diam


ada diam yang diruntuhkan diam
menginfeksi keresahan pada jiwa yang lara
ada sekelebat takjub sekaligus ngeri
karena diam sepadan dengan kebisuan
terpasung dalam terkaan yang berantakan
diam serupa keheningan
yang menenggelamkan pendar kebahagiaan
menciptakan ruang kegelisahan
gelembung kecil bernama air duka
tergelincir melewati wajah merana
tetapi sekali diam tetaplah diam
berbongkah-bongkah perasaan meledak tak karuan
sebuah jeritan terlampau tenggelam oleh kesunyian
sukar bersua dan sulit menghancurkan belenggu bungkam
karena kekuatan terbesar diam adalah diam itu sendiri
dunia juga tak tahu kapan diam bisa binasa
karena diam itu misteri

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

6 comments:

MIZTIA said...

Diam diam merayap :D .

Namora Ritonga said...

Diam itu misteri yang terkadang membuatmu berseri :)

Bibi Titi Teliti said...

Hai Lana :)
Makasih sudah berkunjung ke blog ku yah :)

Memang kadang lebih baik diam yah :)
Keren sekali pas bagian :karena kekuatan terbesar diam adalah diam itu sendiri
Sukaaa :)

Maulana Setiadi said...

Bintang jatuh! :)

Maulana Setiadi said...

Iya, hanya terkadang. :D

Maulana Setiadi said...

Haha.. Terima kasih juga, kak.. Saya juga suka tulisanmu yang Let's Have A Dream. :)))