Pages

MIWF 2015 di Mata Volunteer



Bersama Seno Gumira Ajidarma
Berkontribusi di acara literasi bertaraf internasional adalah pengalaman pertama saya. Kemarin, di tanggal 3 sampai 6 Juni 2015, saya menjadi volunteer MIWF 2015 (Makassar InternationalWriters Festival 2015). Acara tahunan ini selalu diminati banyak orang yang ingin berpartisipasi atau hanya sekedar menyaksikan. Sebab dari tahun ke tahun, MIWF selalu menyediakan serangkaian acara menarik yang dilengkapi oleh pengisi acara terkemuka. Baik dari dalam maupun luar negeri. Begitu pula pada MIWF edisi kelima ini yang bertema ‘Knowledge and Universe: Karaeng Pattingaloang’. Pengisi acara dari segala penjuru dunia meramaikan acara seperti puluhan workshop, diskusi panel dan pembacaan karya, lokakarya, forum terbuka, launching buku, literary tour, writers tour,  serta bazar buku.
Pengisi acara Indonesianya seperti penulis yang sudah sering mendapat penghargaan sastra; Seno Gumira Ajidarma, produser film dan penulis lagu; Mira Lesmana, penulis multitalenta; Agus Noor, penulis produktif, host dan pencipta acara TV populer; Maman Suherman, peneliti dan pegiat sastra; Nirwan Ahmad Arsuka, Oka Rusmini, Alwy Rahman, Erni Aladjai, Faisal Oddang, Anastasia Fransiska Eka, Aslan Abidin, Akbar Zakaria, Deasy Rahmawati Tirayoh, Felix K. Nesi, JJ Rizal, Ifan Ismail, Junanto Herdiawan, Khrisna Pabicara, Leila S. Chudori, Mahir Pradana, Mardiant, Moch. Hasymi Ibrahim, Luna Vidya, M Aan Mansyur, Muhammad Ridwan Amiluddin, Nurhady Sirimorok, Risa Saraswati, Shinta Febriany, Trinity, dan Wawan Kurniawan.
Sedangkan pengisi acara dari luar negeri seperti seorang penyair dan dosen penulisan kreatif dari Malta; Adrian Grima, profesor jurnalisme dari George Washington University; Janet Steele, penulis dan seniman kata dari Singapura; Marc Nair, penyair dari Melbourne, Australia; Alia Gabres, novelis grafis dari Belanda; Peter Van Dongen, pemenang penghargaan sastra anak-anak dan seorang kartunis dari Australia; Rolf Heiman, Wartawan dan penulis dari India; Pallavi Aiyar, penulis skenario dan jurnalis dari Amerika; Bryan Whalen, Direktur Publikasi Yayasan Lontar; John McGlynn, jurnalisme studi budaya; Leif Randt, penulis kritis; Roland Nozomu Kelts, illustrator dan kontributor Monkey Business asal Jepang; Satoshi Kitamura, mantan wartawan dan pensiunan diplomat Amerika; Stanley Harsha, penulis kreatif dan jurnalis; Wendy Miller, dan finalis kometisi sastra terbuka dari Jerman; Andreas Stichmann.
Bersama Semua Volunteer (image by revi.us)
 MIWF tahun ini melibatkan hampir 200 volunteer. Senang sekali rasanya saya bisa berkenalan dan bercengkerama dengan hampir semua volunteer. Mereka sangat terlihat semangat dalam memeriahkan MIWF 2015. Saya sendiri berada di devisi social media, tetapi saya juga ikut membantu para volunteer di devisi lain. Seperti menata ruangan yang akan dijadikan workshop, menyiapkan makanan dan minuman untuk penulis. Sementara tugas saya sepenuhnya adalah meng-update kegiatan MIWF 2015 yang akan maupun sedang berlangsung melalui Twitter (live tweet), meliput berbagai program, dan melakukan interview singkat kapada beberapa penulis yang dijadikan reportase untuk Makassar Writers.
Berikut daftar tugas saya selama MIWF 2015:
         Hari pertama (3 Juni 2015, di Chapel, Fort Rotterdam)
Plotpoint Workshop Story Writing bersama Ifan Ismail.
         Hari pertama (3 Juni 2015, di O Building, Fort Rotterdam)
Meet The Publishers: Gagas Media and Indonesiana Project bersama Faisal Oddang, Ifan Ismail (Wahana Penulis), Erni Aladjai.
         Hari kedua (4 Juni 2015, di Museum Lagaligo, Fort Rotterdam)
Plotpoint Workshop Story Writing Season Two bersama Ifan Ismail.
         Hari kedua (4 Juni 2015, di Chapel, Fort Rotterdam)
Indonesian Program Voices from Eastern Indonesia bersama Agus Noor, Erni Aladjai, dan Emerging Writers from Eastern Indonesia (Mardint Sagian, Anastasia Fransisca Eka, Felix K. Nesi, Fasisal Oddang, Wawan Kurniawan).
         Hari ketiga (5 Juni 2015, di Chapel, Fort Rotterdam)
Writing in tumultuous MIWF’s Special Session bersama Seno Gumira Ajidarma.
         Hari ketiga (5 Juni 2015, di O Building, Fort Rotterdam)
Singing Your Poetry bersama Risa Saraswati.
         Hari keempat (6 Juni 2015, di Pulau Lae-lae)
Writers Tour bersama Luna Vidya dan berbagai penulis dari luar negeri seperti Marc Nair, Andrian Grima, Andreas Stichmann, Rolf Heimann, Wendy Miller.
Semua kegiatan di atas sudah saya review lalu saya setorkan kepada Makassar Writers untuk dokumentasi. Begitu juga yang dilakukan volunteer lain di devisi social media (yang bertugas di selain program-program di atas).
Selama berlangsungnya acara-acara tersebut, saya lebih sibuk membuat live tweet. Berperan menjadi citizen jurnalism. Berusaha penuh membuat tweet informatif dan menarik seputar program-program berlangsung, yang tak lupa di setiap live tweet selalu menyematkan hashtag #MIWF2015. Di luar program, saya tak pernah lupa untuk meng-update kuis MIWF 2015 melalui Twitter dan Facebook. Meluncurkan juga ajakan atau virtual invitation melalui Twitter kepada orang-orang yang datang agar selalu menjaga kebersihan di venue.
Di setiap malam selama empat hari berturut-turut, MIWF 2015 juga menggelar acara malam ceremony yang memiliki banyak tema. Mulai dari pembacaan sambutan dari Founder MIWF; Lily Yulianty Farid, sambutan dari Executive Produsers MIWF; Riri Riza, pembacaan puisi dari penulis Indonesia dan luar negeri, tarian dari berbagai macam etnis Sulawesi, teater I laga Ligo, musikalisasi puisi, pemutaran film pendek tentang lokalitas Sulawesi, dan serangkaian acara menarik lainnya.
Semuanya berjalan meriah dan menyenangkan. Karena berlangsungnya acara di setiap malam, saya masih tetap berperan menjadi social media specialist. Masih selalu meng-update seputar acara melalui Twitter. Dan bersyukur sekali, karena semua volunteer di devisi social media menjalankannya secara kompak. Tak ada typo yang kami hasilkan saat live tweet, tak pernah lupa untuk selalu mengucapkan terima kasih kepada audience dan sponsor, dan selalu mengingatkan orang-orang melalui Twitter supaya senantiasa menjaga kebersihan di venue.
Secara keseluruhan, MIWF 2015 menuai sukses. Kami, para volunteer, bekerja dengan kesungguhan dan keramahan. Sehingga di empat hari itu, MIWF 2015 menjadi festival literasi hangat dan berkualitas di mata banyak orang. Semua menikmatinya. Semua acara diisi oleh orang-orang dari berbagai genre dan latar belakang menarik. Para pengisi acara bukan hanya membahas mengenai perkembangan sastra Indonesia, melainkan membahas tentang dunia traveling, jurnalistik, dan perfileman.
Terima kasih MIWF 2015 yang sudah mengijinkan saya untuk turut andil di berbagai acara menyenangkan dan berkualitas. Banyak sekali pelajaran dan teman yang saya dapatkan. Sangat berharap supaya tahun depan kita bisa berjumpa lagi.

Maulana Setiadi

Terobsesi masuk surga.

4 comments:

Aprijanti Aprie said...

Lucky you nekat ke sana :D

Maulana Setiadi said...

Meskipun ke sananya tidak bareng kak aprie. 😃

N. Firmansyah said...

Saya mau numpang eksis di postingan keren ini ah.

Maulana Setiadi said...

Iya numpang eksis bagian dari sifat kekinian. 😆