Pages

6 Hal yang Saya Benci dari Olahraga


Sudah 10 kali semenjak pertengahan Agustus sampai awal September ini saya menjalani olaharaga kembali setelah sekian lamanya saya nggak olahraga. Mungkin hampir setahun lah. Dan ketika kini berolahraga kembali, saya bisa menyimpulkan berbagai hal yang saya benci dari olahraga, atau bisa jadi yang dibenci banyak orang juga.
Maka berikut kesimpulannya,

1. Menjalankan olahraga lebih dari satu menit adalah penyiksaan yang nyata.

Saya memilih untuk olahraga jogging. Karena bisa dijangkau dan nggak perlu keluar biaya.
Tapi sayangnya, baru satu menit melakukan jogging kecil-kecilan saja, saya langsung kewalahan, ngos-ngosannya tiada terkira, dan ini sebuah penyiksaan yang nyata! Meskipun sudah 10 kali yang terhitung sejak Agustus sampai September ini.
Akhirnya, olahraga jogging hanya berlangsung kurang lebih dua jam. Mungkin satu jam saya jogging: lari-lari kecil, sisanya, satu jam lagi, saya duduk sebentar (takut pingsan), lalu berjalan lagi, itu pun berjalan menuju rumah, alias pulang.
Cemen sekali ya? Iya, saya mengakui kok.

2. Sering punya pikiran untuk menyudahi olahraga.

10 kali merasakan olahraga dan masih saja memiliki pikiran ini. Karena 10 kali jogging saya masih saja kewalahan. Selalu muncul sekelebat pikiran yang memutuskan untuk menyudahi olahraga. Sekelabat ini lama-lama berubah menjadi pikiran yang menghantui, yang akhirnya menimbulkan bayangan menakutkan.
Yang ditakutkan yaitu bisa karena muntah, pingsan, atau peristiwa menakutkan lainnya di saat kewalahan olahraga.

3. Karena olahraga bisa melampaui batas.

Bisa batas waktu, bisa juga batas daya tahan tubuh. Ini seringkali terjadi kepada para olahragawan juga kan? Apalagi untuk saya yang baru melakukan olahraga kembali setelah hampir setahun nggak pernah olahraga.
Jadi kepikiran untuk meneruskan jogging dalam waktu lama (meskipun hampir mau mati) demi kesehatan pastinya ada. Saya merasa yakin tubuh saya akan kuat untuk memutari Alun-alun Tegal yang satu putarannya bisa memakan waktu kurang lebih 7 menit untuk ukuran lari-lari kecil.
Untungnya, takut akan muntah di jalan atau pingsan membuat saya untuk tidak memaksakan diri meneruskan joging ketika ngos-ngosan. Tapi memang bisa jadi kalau saya melampaui batas fisik saya sekarang, hal mengerikan itu bisa saja terjadi.
Duh, nggak kebayang ketika ibu saya di rumah lagi menyiapkan sarapan, lalu tiba-tiba ada ketukan pintu rumah yang setelah dibuka mendapati rombongan orang-orang menggotong saya karena pingsan di tengah jalan.
Tapi memang bener kan ya kalau melampaui batas dalam berolahraga seringkali kita temui? Apalagi yang menggebu-gebu ingin memenangkan sebuah perlombaan seperti sepak bola.
Bahkan nih ya, orang yang hanya menyaksikan sebuah pertandingan olahraga saja bisa melampaui batas loh. Mau bukti? Mari lihat video RĂ©mi GAILLARD di bawah ini.

4. Lalu selalu berusaha untuk terlihat fit ketika berolahraga.

Di depan para olahragawan lainnya atau siapalah sebutannya, rasa-rasanya saya malu sekali ketika memamerkan wajah tremor saya di depan mereka. Takut saya dibilang cemen dong! Masa cowok lari sebentar aja ngos-ngosan?
Dan ini yang sesungguhnya membuat saya benci dari olahraga. Karena selama 10 kali olahraga, saya selalu berusaha sebisa mungkin untuk terlihat fit, seolah-olah jogging adalah olahraga yang gampang bagi saya. Kok susah ya untuk terlihat macho di depan banyak orang ketika olahraga?
Gundul memang!

5. Cenderung menggunakan pakaian olahraga secara eksklusif untuk tidur.

Tanpa disadari pun akhirnya saya begitu. Membeli beberapa celana pendek olahraga dan beberapa baju olahraga seperti jersey, tapi ujung-ujungnya dipakai untuk baju tidur, dan ternyata rasanya lebih nyaman digunakan untuk baju tidur ya.. terasa lebih leluasa.
Padahal, awal niat membeli pakaian olahraga agar menunjang daya semangat saya saat olahraga.

6. Selalu meniatkan diri bahwa olahraga di pagi hari adalah kegiatan bagus untuk direncanakan. Namun ternyata, itu hanya wacana!

Ya, betul, olahraga pagi adalah kegiatan yang sudah saya rencanakan di saat malamnya. Tapi nyatanya, untuk diterapkan rasanya sungkan sekali.
10 kali memaksakan diri untuk bangun pagi demi olahraraga adalah hal yang mengerikan. Apalagi saya sering begadang.
Namun, pada akhirnya saya sudah 10 kali berhasil memaksakan diri untuk olahraga pagi. Meski susahnya minta ampun dan kalaupun berhasil pasti dengan setengah terpaksa.
Namun saya yakin, pemaksaan ini pasti akan menyebabkan kebiasaan.
Ya, itulah harapan saya. Semoga punya kebiasaan untuk olahraga pagi. Doakan ya semoga yang tadinya 10 kali sejak Agustus sampai awal September, bisa berubah menjadi 100 kali sampai akhir September. Dan kalau berhasil, saya minta doa lagi semoga 100 kali tersebut bisa berubah menjadi 1000 kali, begitu seterusnya sampai berabad-abad lamanya saya merasa bahwa olahraga adalah bagian dari kehidupan yang saya cintai. :)


Sumber foto utama: lindseyreviews.com

Kandang Lana

Terobsesi masuk surga.

3 comments:

Tira Soekardi said...

perlu niat yang kuat untuk olahraga, cukup setengah jam sehari

qurban aqiqah said...

jangan keseringan lah pokoknya....

N Firmansyah said...

Gue kalo di rumah rajin banget olahraga sih, walaupun sendirian. Semenjak di sini (you know where I am), gue bingung sendiri. Mood buat olahraga nggak pernah bagus. :(